Latar Belakang: Krisis Identitas Budaya
Indonesia adalah negara kepulauan dengan kekayaan tak ternilai: 17.001 pulau, 1.300+ kelompok etnis, dan 700+ bahasa daerah. Namun, data menunjukkan sebuah ironi.
Di tengah arus modernisasi dan gempuran konten global di media sosial, generasi muda semakin terputus dari akar budaya mereka. Apresiasi terhadap tradisi lokal memudar, tergantikan oleh tren asing yang seringkali tidak selaras dengan nilai-nilai luhur Nusantara.
“Bagaimana kita bisa membuat budaya tradisional terlihat ‘relevan’ dan ‘menarik’ bagi Gen-Z yang terbiasa dengan estetika modern?”
Itulah pertanyaan besar yang mendasari proyek riset dan desain NusaKultura ini.
Tim Riset & Desain (Team 01)
Proyek ini dikerjakan secara kolaboratif dalam tim Research Group PAB INFINITE 2024:
- Muhammad Alvito Devanova (24051130033)
- Fandila Rhisma Cahyani (23545234023)
- Muhammad Rama Ilhamsyah Zain (24050530052)
- Muhammad Syauqi Nur Muzaki (23080130055)
- Zildan Priyahutama (23080230312)
Design System
Untuk menerjemahkan nilai tradisional ke dalam antarmuka modern, kami mengembangkan Design Language yang menyeimbangkan kesan etnik dengan kebersihan visual (clean look).
1. Tipografi
Kami memilih kombinasi font yang kontras namun harmonis:
- Header (Playfair Display): Font serif yang elegan dan klasik, merepresentasikan keanggunan sejarah dan budaya tradisional.
- Body (Inter): Font sans-serif geometris yang sangat mudah dibaca di layar ponsel, memberikan kesan modern dan aksesibel.
2. Palet Warna
Warna diambil dari elemen alam dan arsitektur Nusantara (seperti tanah liat, kayu jati, dan kain tenun), namun disesuaikan saturasi-nya untuk kenyamanan mata di layar digital.
Eksplorasi UI & Fitur
Aplikasi NusaKultura dirancang sebagai “Museum Saku” yang interaktif.
Halaman Jelajah (Explore)
Menggunakan peta interaktif atau grid card visual. Pengguna bisa memilih pulau atau provinsi untuk melihat cerita unik di baliknya.
- Contoh Konten: Rumah Joglo. Tidak hanya menampilkan foto, tapi juga filosofi di balik arsitektur tersebut, seperti hierarki sosial dan simbolisme atapnya.
Detail Kebudayaan
Setiap entitas budaya (Tarian, Rumah Adat, Senjata) disajikan dengan storytelling yang kuat, bukan sekadar teks ensiklopedia.
- Menggunakan hierarki informasi yang jelas.
- Gambar berkualitas tinggi sebagai fokus utama.
Note (Outcome)
NusaKultura bukan sekadar aplikasi ensiklopedia, melainkan jembatan digital. Kami berhasil merancang antarmuka yang tidak mengintimidasi pengguna awam, namun tetap kaya akan informasi bagi mereka yang ingin menyelam lebih dalam.